Tak Percaya Adzab Kubur, Warisan Mu’tazilah

0

Soal Jawab

Soal 1:

Bagaimana dengan orang yang berdakwah dan ingin menegakkan Islam melalui jalur politik atau partai politik?

Jawab:

Ini menyalahi manhaj dakwah para Nabi as. Nabi kita Muhammad saw ditawari harta, wanita dan kekuasaan asal beliau meninggalkan dakwah tauhid, tetapi beliau tidak mau. Beliau tetap memilih jalan dakwah yaitu membangun pondasi, memulai dengan masyarakat, menanamkan tauhid di hati masyarakat. Allah berfirman:

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” (al-Jumu’ah: 2)

Selama 13 tahun di Mekkah beliau selalu berkata kepada masyarakat: “Wahai manusia, ucapkanlah لااله الاالله pasti kalian beruntung.

Kalau ada orang membangun atap sebelum pondasi pasti atap itu akan ambruk, jatuh di atas kepalanya. Kekuasaan bukanlah tujuan, tetapi buah hasil dari dakwah, maka dari itu harus dimulai dari pemantapan tauhid di hati masyarakat…… Barangsiapa ingin kekuasaan sebelum dakwah dan tarbiyah pasti gagal……

Sebelum berbuah, pohon akidah yang ditanam memerlukan perawatan, penyiraman dan pemupukan yang cukup lama dan intensif, baru setelah itu bisa kita tunggu dan kita harapkan buahnya.

Soal 2:

Ada orang yang bilang bahwa di dalam al-Qur’an tidak ada keterangan adanya adzab kubur, bagaimana menanggapinya?

Jawab:

Adzab kubur ada dalam ayat-ayat al-Qur’an. Seandainya tidak ada maka keterangan adzab kubur ada dalam sunnah yang mutawatir. Imam Baihaqi telah menulis satu kitab besar tentang adzab kubur. Tidak meyakini adzab kubur atau mengingkarinya adalah pikiran asing dalam Islam, sisa-sisa dari Mu’tazilah dan Khurafat ahli bid’ah. Yang mengingkari adzab kubur bukanlah termasuk Ahli Sunnah wal Jamaah. Adzab kubur ada dalam al-Qur’an yaitu pada firman Allah:

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (Ghafir: 46)

Api yang dimaksud adalah api dalam kubur, karena alam kubur adalah persinggahan akhirat yang pertama. Adakalanya ia adalah satu taman dari taman-taman surga atau satu jurang dari jurang-jurang neraka. Api Barzakh itu ditampakkan kepada Fir’aun dan bala tentaranya pada waktu pagi dan sore. Kemudian pada hari kiamat dikatakan: “Masukkanlah”, dalam satu qira’ah: “Masuklah”. Hal ini diterangkan oleh Imam Thabari, ibn Katsir dan lainnya.

Allah berfirman:

“Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan” (al-Mukminuun: 99-100)

Dikutip dari: Ada Pemurtadan Di IAIN; H. Hatono Ahmad Jaiz; Pustaka Al-Kautsar; MCB Swaramuslim – Navigasi & Konversi ke format chm  oleh: pakdenono

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.