Sibuk Mengerjakan Amal Ketaatan (Ibadah) dan Menjauhi Kemaksiatan

0

Barangsiapa mengimani bahwasannya Allah ta’ala adalah Rabb, satu-satunya yang berhak disembah dan ditaati dan ia melihat dengan mata hatinya fakta-fakta yang menunjukkan kekuasaan dan keperkasaan Allah; menyaksikan hikmah Allah dalam setiap perintah, larangan, syariat serta kekuasaan-Nya; mengetahui apa yang telah ditimpakan kepada musuh-musuh Allah ta’ala dari orang-orang kafir dan para pelaku kemaksiatan di dunia serta apa yang Allah sediakan bagi mereka di akhirat, maka tidak diragukan lagi semua ini akan mendorongnya untuk melakukan ketaatan, menunaikan semua kewajiban dan menjauhi maksiat baik besar maupun kecil.

Semua itu ia tinggalkan karena takut kepada Allah, menghindarkan diri dari adzab-Nya dan mengharapkan pahala-Nya.

Jika seseorang telah sibuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, niscaya hal itu akan memberikan pengaruh yang sangat terpuji dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat, di antaranya:

  1. Kebaikan dalam kehidupan dunia, yakni dengan berkah rizki dan makanan, sebagaimana firman Allah ta’ala:

Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al- A’raaf: 96).

Selain itu, dengan membasmi sebab-sebab kerusakan dan kesengsaraan di dunia dari perkara-perkara yang merusak kehidupan manusia dan menyebabkan terjadinya berbagai macam keburukan dan kerusakan, sebagaimana firman Allah ta’ala:

Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (QS. Thaahaa: 123-124).

Semua yang kita saksikan di alam semesta dari berbagai macam kerusakan, merebaknya kemaksiatan, berpaling dari kebenaran, kerusakan pada makanan, serta tersebar luasnya malapetaka, bencana dan lain sebagainya, sesungguhnya sebab yang pasti adalah karena meninggalkan ketaatan dan terjerumus ke dalam kemaksiatan. Dengan demikian, jaminan kebaikan dalam kehidupan manusia adalah menyibukkan diri dengan mengamalkan ketaatan kepada Allah dan meninggalkan kemaksiatan.

  1. Keberuntungan dan keselamatan di akhirat. Sebab, masuknya seseorang ke dalam surge dan keselamatan dari neraka tergantung pada ketaatan kepada Allah ta’ala dan menjauhi kemaksiatan, sebagaimana firman Allah ta’ala:

Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (QS. An-Nisa’: 13-14).

Masih banyak pengaruh-pengaruh terpuji lainnya dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.