Peringatan Dari Marah

0

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi shollaullohu alaihi wassalam: “Berilah aku wasiat. Beliau bersabda: “Janganlah kamu marah” Orang itu mengulang beberapa kali. Beliau bersabda: “Janganlah kamu marah” (HR Bukhari)([1])

 

Perowi Hadits:

Dia adalah Abdurrahman bin Shokhr Ad Dausy radhiallahu anhu, masuk Islam tahun Khaibar tahun 7 H, senantiasa menyertai Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam karena kecintaannya terhadap ilmu dan tergolong sahabat yang paling banyak menghafal hadits.

 

Makna Secara Umum:

Dalam hadits tersebut mengandung larangan marah dan menjahui sebab-sebab timbulnya marah dan menghindari hal-hal yang membangkitkan amarah. Nabi shollaullohu alaihi wassalam membatasi lafadz ini karena penanya adalah seorang pemarah. Adalah Rasul shollaullohu alaihi wassalam memberikan fatwa kepada setiap orang dengan sesuatu yang memang sangat perlu (pas) untuk orang tersebut.

Dalam sabdanya “Jangan marah” Rasul shollaullohu alaihi wassalam mengumpulkan kebaikan dunia dan akhirat. Karena marah bisa ditakwilkan saling mutus hubungan dan mencegah kelembutan dan bisa ditakwilkan menyakiti orang yang dimarahi dengan sesuatu yang tidak perbolehkan sehingga menjadi kekurangan pada agamanya.

 

Tuntunan-Tuntunan:

  1. Islam melarang marah karena hasilnya membahayakan untuk Islam.
  2. Peringatan dari marah karena marah itu dari syaitan.
  3. Seorang muslim tidak boleh memarahi orang lain tanpa alasan yang benar.
  4. Ramah tamah dan lemah lembut termasuk sifat terpuji.
  5. Barangsiapa banyak marah akan banyak menyesal.

 

Dikutip dari: Hadits Level Pertama; Islamic Propagation Office In Rabwah.

([1]) Shohih Bukhori Hadits no : 5888.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.