Murtad Menurut Nurcholish Madjid Hanya Mundur

0

Pada tahun 1986, saya (Hartono Ahmad Jaiz) pernah bertanya kepada Dr. Nurcholish Madjid di rumahnya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dalam suatu wawancara bersama Mas Ichwan Sam dari Koran Harian Pelita.

Pertanyaan saya: Kalau Cak Nur mengartikan Islam dengan sikap pasrah hanya kepada Allah seperti itu, maka yang disebut murtad itu bagaimana?

Jawab Nurcholish: Oh ya. Kalau orang Islam jadi Kristen ya mundur, dong. Ya jelas mundur. Itu kan iring-iringan begini, Islam yang memimpin. Dan ini sudah dibuktikan oleh sejarah. Ini Barat memimpin sekarang ini kan baru 200-an tahun saja. Dunia ini dipimpin oleh Islam selama beratus-ratus tahun. Jadi orang Islam sendiri jangan lagi mundur. Itu nggak bisa. Justru kalau bisa yang di belakang itu ditarik ke depan. Jawaban Nurcholish Madjid itu tidak jelas.

Menjawab masalah keimanan dengan kepemimpinan umat di dunia. Atau karena saat itu rancang bangun konsep pengertian tentang Islam diartikan penyerahan diri belum cukup rapi tahun 1986 itu, wallahu a’lam.

Kalau landasan beragamanya hanya akal, bukan Qur’an dan Sunnah, maka modelnya ya seperti Nurcholish Madjid itu. Ditanya tentang murtad dari Islam, dia jawab dengan kenyataan kemajuan di dunia ini, bukan merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Padahal tentang murtad itu sudah jelas dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah, di antaranya:

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah: 217).

Firman Allah Ta’ala Barangsiapa yang murtad artinya kembali (keluar) dari Islam kepada kufur, maka mereka sia-sia artinya batal dan rusak, al-hibthu, yaitu kerusakan yang disandang binatang ternak mengenai perutnya karena banyak makanannya, rumput, lalu terbukalah lobang-lobangnya dan kadang mati. Dari yang demikian itu maka ayat ini mengancam Muslimin agar teguh di atas agama Islam.

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Maaidah: 54).

Penjelasan Tafsir At-Thabari sebagai berikut:

Allah Ta’ala mengingatkan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Hai orang-orang yang beriman artinya yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengakui apa-apa yang dibawa Nabi mereka, Muhammad, kepada mereka; barangsiapa di antara kamu sekalian murtad dari agamanya (maksudnya) barangsiapa di antara kalian yang kembali dari agamanya yang haq/ benar yang pada hari ini ia berada di atasnya lalu menukarnya dan mengubahnya dengan memasuki ke dalam kekufuran, apakah itu ke dalam agama Yahudi atau agama Nasrani atau selain itu berupa jenis-jenis kekufuran, maka tidak akan membahayakan kepada Allah sedikitpun. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya. Maka Allah akan mendatangkan ganti kepada orang-orang mukmin yang tidak menukar, tak mengubah, dan tidak murtad dengan kaum yang lebih baik dibanding yang telah murtad dan menukar agama mereka; Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.

Dari dua ayat itu telah jelas bahwa orang murtad yaitu orang yang keluar dari Islam masuk kepada kekufuran, entah itu kepada Yahudi, Nasrani atau kekufuran yang lainnya. Mereka itu bila meninggal dalam keadaan kafir (murtad) maka musnah sia-sia amalnya, dan akan menjadi penghuni neraka selama-lamanya. Di dunia ini, orang-orang mukmin diancam jangan sampai murtad, sekaligus dijanjikan apabila ada yang murtad maka Allah akan mengganti dengan kaum lain yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.

Imam Ibnu Taimiyyah menegaskan contoh:

“…Dan lebih jelas dari itu (golongan yang tak sesuai Sunnah) bahwa di antara mereka ada yang mengarang buku mengenai agama musyrikin dan murtad dari Islam sebagaimana Ar-Razi mengarang kitabnya mengenai penyembahan bintang-bintang dan berhala-berhala, dia menegakkan dalil-dalil atas bagusnya yang demikian, manfaatnya, dan mencintainya. Dan ini adalah murtad dari Islam menurut kesepakatan Muslimin, walaupun kadang ia taubat darinya dan kembali ke Islam.”

Murtad itu masalah yang sangat besar dan hukumannya pun sangat berat. Nabi Muhammad saw menegaskan:

Dari Qatadah, dari Al-Hasan berkata, Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa mengganti agamanya maka bunuhlah dia. (HR An-Nasai, Al-Bukhori, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya).

Dikutip dari: Ada Pemurtadan Di IAIN; H. Hatono Ahmad Jaiz; Pustaka Al-Kautsar; MCB Swaramuslim – Navigasi & Konversi ke format chm  oleh: pakdenono

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.