Minum Arak Meski Hanya Setetes

0

Allah ta’ala berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah: 90).

Perintah untuk menjauhi sesuatu adalah salah satu dalil yang paling kuat tentang haramnya sesuatu. Di samping itu, pengharaman arak sebagaimana disebutkan ayat di atas disejajarkan dengan pengharaman berhala-berhala, yakni tuhan orang-orang kafir dan patung-patung mereka.

Karena itu tak ada lagi alas an bagi orang yang mengatakan, ayat Al-Qur’an tidak mengatakan minuman arak itu haram, tetapi hanya mengatakan jauhilah! Dalam sunnahnya, nabi shollaulohu alaihi wassalam mengabarkan tentang ancaman bagi peminum arak, sebagaimana yang diriwayatkan Jabir radhiallahu anhu dalam sebuah hadits marfu’:

“Sesungguhnya Allah ta’ala memiliki janji untuk orang-orang yang meminum minuman keras akan memberinya minum dari thinatul khabal.” Mereka bertanya, “Wahai rasulullah, apakah thinatul khabal itu?” beliau menjawab, “Keringat ahli neraka atau cairan kotor (yang keluar dari tubuh) penghuni neraka.”[1]

Ibnu Abbas radhiallahu anhu meriwayatkan:

Barangsiapa meninggal sebagai peminum arak maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan seperti penyembah berhala.[2]

Saat ini jenis minuman keras dan arak sangat beragam. Nama-namanya juga sangat banyak, baik dengan nama local maupun asing. Di antaranya, bir, wiski, alcohol, vodka, sampanye, arak dan sebagainya. Di jaman ini pula, telah muncul golongan manusia sebagaimana disebutkan nabi shollaulohu alaihi wassalam dalam sabdanya:

Sungguh aka nada dari umatku yang meminum arak, (tetapi) mereka menamakannya dengan nama yang lain.[3]

Mereka tidak menamakannya arak, tetapi menamakannya dengan minuman jiwa, untuk menipu dan memperdaya manusia. Allah ta’ala berfirman:

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. Al-Baqarah: 9).

Syariat telah memberikan definisi agung tentang khamar (minuman keras), sehingga membuat jelas masalah dan menepis tipu daya, fitnah dan permainan orang-orang yang tidak takut kepada Allah ta’ala. Definisi khamar itu, adalah sebagaimana di sabdakan rasulullah shollaulohu alaihi wassalam;

Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap yang memabukkan adalah haram.[4]

Jadi setiap yang merusak akal dan memabukkan adalah haram hukumnya, sedikit atau banyak,[5] juga meskipun namanya berbeda-beda, sebab pada hakikatnya jenis minumannya tetap satu dan hukumnya telah diketahui oleh kalangan umum.

Yang terakhir dan ini merupakan wejangan dari nabi shollaulohu alaihi wassalam kepada para peminum khamar, rasulullah shollaulohu alaihi wassalam bersabda:

“Barangsiapa minum khamar dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, dan jika meninggal ia masuk neraka. (Tetapi) manakala ia bertaubat, Allah akan menerima taubatnya. Dan jika ia kembali lagi minum dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, jika meninggal ia masuk neraka. (Tetapi) manakala ia bertaubat, Allah menerima taubatnya. Dan jika kembali lagi minum dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi, jika meninggal ia masuk neraka, (Teta;i) manakala ia bertaubat, Allah menerima taubatnya. Dan jika (masih) kembali lagi (minum khamar), maka adalah hak Allah memberinya minum dari radghatul khabal pada hari kiamat.” Mereka bertanya, “Wahai rasulullah, apakah radghatul khabal itu?”. Beliau menjawab, “ Cairan kotor (yang keluar dari tubuh) penghuni neraka.”[6]

Jika gambaran keadaan peminum minuman keras adalah sebagaimana yang kita ketahui di atas, maka bagaimana pula dengan gambaran keadaan orang-orang yang melakukan sesuatu yang lebih keras dan berbahaya dari itu, yakni sebagai pecantu narkotika dan sebagainya?

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh  Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah;

[1] Hadits riwayat Muslim; 3/1587.

[2] Hadits riwayat Thabrani; 12/45, Shahihul Jami’: 6525.

[3] Hadits riwayat Ahmad; 5/342, Shahihul Jami’; 5453.

[4] Hadits riwayat Muslim; 3/1587.

[5] Hadits yang mengatakan: sedikit yang banyak jika memabukkan, maka sedikitpun diharamkan. Telah diriwayatkan Abu Daud dalam no.: 3681, tertera dalam Shahih-nya dengan no.: 3128.

[6] Hadits riwayat Ibnu Majah; 3377, Shahihul Jami’; 6313,

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.