Merampas Tanah Milik Orang Lain

0

Jika telah hilang rasa takut kepada Allah ta’ala, maka  kekuatan dan kelihaian menjadi bencana bagi pemiliknya. Ia akan menggunakan anugerah itu untuk berbuat zhalim, misalnya dengan menguasai harta orang lain. Termasuk di dalamnya merampas tanah milik orang lain. Ancaman untuk orang yang melakukan hal tersebut sungguh amat keras sekali.

Dalam hadits marfu’ dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhu disebutkan:

Barangsiapa mengambil tanah (orang lain) meski sedikit dengan tanpa hak, niscaya ia akan ditenggelamkan dengannya pada hari kiamat sampai ke (dasar) tujuh lapis bumi.[1]

Ya’la bin Murah radhiallahu anhu berkata, rasulullah shollaulohu alaihi wassalam bersabda:

Siapa yang menzhalimi (dengan mengambil) sejengkal dari tanah (orang lain), niscaya Allah membebaninya dengan menggali tanah tersebut. (dalam riwayat Ath-Thabrani: menghadirkannya) hingga akhir dari tujuh lapis bumi, lalu Allah mengalungkannya (di lehernya) pada hari kiamat sehingga seluruh manusia diadili.[2]

Termasuk di dalamnya, mengubah batas dan patok-patok tanah, sehingga tanahnya menjadi luas dengan mengurangi tanah milik tetangganya. Mereka itulah yang dimaksud oleh rasulullah shollaulohu alaihi wassalam dalam sabdanya:

Allah melaknat orang yang mengubah tanda-tanda (batasan) tanah.[3]

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh  Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah;

[1] Hadits riwayat Bukhari, lihat Fathul Bari; 5/103.

[2]  Hadits riwayat Thabrani dalam Al-Kabir, 22/270, Shahihul Jami’; 2719.

[3] Hadits riwayat Muslim; Syarh Nawawi; 13/141.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.