Menggunakan Bejana Terbuat Dari Emas dan Perak

0

Saat ini, hampir setiap toko-toko alat-alat dari perabotan rumah tangga menjual aneka ragam bejana yang terbuat dari emas dan perak atau bejana yang disepuh dengannya. Demikian juga rumah orang-orang kaya dan hotel-hotel mewah.
Bahkan saat ini bejana emas dan perak memberi kelas dan gengsi tersendiri, jika dihadiahkan sebagai cindera mata kepada kawan karib atau kolega pada kesempatan-kesempatan tertentu.
Sebagian orang ada yang tidak memajang barang-barang itu di etalase rumahnya, tetapi mereka pergunakan dalam kesempatan-kesempatan pesta, atau dipinjamkan kepada kawan-kawannya yang membutuhkan.
Semua hal yang disebutkan di atas, dalam syariat islam hukumnya haram. Dalam hadits yang diriwayatkan Ummu Salamah radhiallahu anha, bahwasannya rasulullah shollaulohu alaihi wassalam memberikan ancaman kepada mereka, beliau bersabda:
Orang yang makan atau minum di bejana perak atau emas, sesungguhnya ia telah menggemuuhkan api jahannam di perutnya.
Ketentuan hokum di atas berlaku untuk semua perabotan dan perlengkapan makan. Seperti piring, garpu, sendok, pisau, nampan untuk menyuguhkan makanan kepada tamu. Kaleng kue yang disuguhkan saat pesta dan bejana lainnya yang terbuat dari bahan emas dan perak.
Sebagian orang berkata, “Kami tidak menggunakan bejana-bejana tersebut, tetapi hanya menyimpannya di lemari sebagai perhiasan.” Semacam ini juga tidak diperbolehkan, demi mencegah kemungkinan dipakainya perabotan tersebut.

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah;

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.