Mengenakan Pakaian Pendek, Tipis dan Ketat

0

Di antara peperangan yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam pada jaman ini adalah mode pakaian. Musuh-musuh Islam itu menciptakan bermacam-macam mode pakaian, lalu dipasarkan di tengah-tengah kaum muslimin.

Ironisnya, pakaian-pakaian tersebut tidak menutup aurat karena amat pendek, tipis dan ketat. Bahkan sebagian besar tidak dibenarkan dipakai oleh wanita, meski di antara sesama mereka atau di depan mahramnya sendiri.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu, rasulullah shollaulohu alaihi wassalam mengabarkan bakal munculnya pakaian seperti ini di akhir jaman, beliau shollaulohu alaihi wassalam bersabda:

Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang, yaitu; Kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyang pundaknya dan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang condong. Mereka tidak akan masuk surge bahkan tidak akan mendapat wanginya dan sungguh wangi surge telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.[1]

Terkasuk dalam kategori ini adalah pakaian sebagian wanita yang memiliki belah panjang dari  bawah, atau yang ada lubang di beberapa bagiannya, sehingga ketika duduk tampak auratnya.

Di samping itu yang mereka lakukan juga termasuk yang menyerupai orang-orang kafir, mengikuti mode serta busana bejat yang mereka bikin. Kepada Allah ta’ala kita memohon keselamatan.

Di antara yang juga berbahaya adalah adanya berbagai gambar buruk di pakaian; seperti gambar penyanyi, kelompok-kelompok music, botol dan cawan arak, juga gambar-gambar makhluk yang bernyawa, salib atau lambang-lambang klub-klub dan organisais-organisasi non Islam, juga slogan-slogan kotor yang tidak lagi memperhitungkan kehormatan dan kebersihan diri yang biasanya banyak ditulis dalam bahasa asing.

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh  Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah;

[1] Hadits riwayat Muslim; 3/1680.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.