Meminta-minta Di Saat Berkecukupan

0

Sahl bin Handzhaliyah radhiallahu anhu meriwayatkan, bersabda rasulullah shollaulohu alaihi wassalam:
“Barangsiapa meminta-minta sedang ia dalam keadaan berkecukupan, sungguh orang itu telah memperbanyak (untuk dirinya) bara api jahannam.” Mereka bertanya, “Apakah (batasan) cukup sehingga (seseorang) tidak boleh meminta-minta?” Beliau menjawab, “Yaitu sebatas (cukup untuk) makan pada siang dan malam hari.”
Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu meriwayatkan, bersabda rasulullah shollaulohu alaihi wassalam:
Barangsiapa meminta-minta sedang ia dalam kecukupan, maka pada hari kiamat ia akan dating dengan wajah penuh bekas cakaran dan garukan.”
Di antara pengemis ada yang berderet di depan pintu masjid, mereka menghentikan dzikir para hamba Allah ta’ala yang menuju atau pulang dari masjid dengan ratapan yang dibuat sesedih mungkin. Sebagian lain memakai modus agak berbeda, membawa dokumen dan berbagai surat palsu disertai blangko isian sumbangan. Ketika ia menghadapi mangsanya, ia mengada-adakan cerita sehingga berhasil mengelabui dan memperoleh uang.
Bagi keluarga tertenu, mengemis bahkan telah menjadi suatu profesi mereka membagi-bagi tugas di antara keluarganya pada beberapa masjid yang ditunjuk. Pada saatnya, mereka berkumpul untuk menghitung penghasilan. Demikianlah, setiap masjid mereka jelajah. Padahal tak jarang mereka itu dalam kondisi cukup mampu dan sungguh Allah ta’ala Maha Mengetahui kondisi mereka, bila mereka mati barulah terlihat warisannya.
Padahal sebetulnya masih banyak orang yang lebih membutuhkan, tetapi orang yang tidak tahu mengira mereka orang-orang mampu. Sebab mereka menahan diri dari meminta-minta, meskipun tuntutan kebutuhan sangat menjerat.

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah;

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.