Memberi Maaf dan Lapang Dada

0

Dari Aisyah radhiallahu anha bahwasanya ia berkata: “Tidaklah Rasul shollaullohu alaihi wassalam diberikan pilihan antara dua hal melainkan beliau ambil yang paling mudah selama bukan dosa. Jika berupa dosa maka beliau manusia yang paling jauh dari dosa.

Dan tidaklah Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam membalas dendam melainkan jika kehormatan Allah dirusak maka beliau membalaskannya karena Allah” (HR Bukhari)[1]

 

Perowi Hadits:

Dia adalah ‘Aisyah binti Abi Bakar As Siddiq radhiallahu anhu, istri Rasul shollaullohu alaihi wassalam, ahli fikh dan ilmu. Meriwayatkan banyak hadits

 

Makna Secara Umum:

Dalam hadits tersebut menunjukkan akan kemudahan dan kelapangan Islam dan menunjukkan bahwa tidaklah Nabi shollaullohu alaihi wassalam diberikan pilihan antara dua perkara dari perkara dunia melainkan beliau ambil yang termudah dan hal itu selama yang termudah tersebut tidak ada unsur dosa maka saat itu beliau memilih yang benar.

Adalah beliau shollaullohu alaihi wassalam tidak pernah membalas dendam untuk membela dirinya sendiri seperti beliau pernah memaafkan seorang badui yang kurang ajar mengangkat suara kepada beliau dan terhadap orang lain yang menarik selendangnya sehingga membekas di pundaknya. Ini memberikan petunjuk untuk memberi maaf kecuali dalam hak-hak Allah Ta’ala.

 

Tuntunan-Tuntunan:
1. Penjelasan bahwa Islam itu agama yang mudah dan toleran selama hal itu tidak terdapat dosa.

  1. Memaafkan dan berlapang dada merupakan sebab saling bersatu dan bersaudara antara kaum muslimin.
  2. Mencontoh Rasul shollaullohu alaihi wassalam dalam hal pemberiaan maaf, toleransi dan kesabaran beliau.
  3. Seorang muslim yang memaafkan dan berlapang dada mendapatkan pahala besar dari Allah Azza wa Jalla.
  4. Memaafkan dan berlapang dada bukan karena lemah atau tak mampu melainkan semata-mata karena mencari pahala.
  5. Mendiamkan kemungkaran bukan termasuk sifat pemaaf dan toleransi.

 

Dikutip dari: Hadits Level Pertama; Islamic Propagation Office In Rabwah.

([1] ) Shohih Bukhori hadits no : 5898.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.