Kesepakatan

0

Maksudnya adalah kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya, yakni tentang pekerjaan yang diminta, penjelasan karakter dan perinciannya, serta upah yang pantas sehingga tidak merugikan salah satu pihak.

Kesepakatan ini akan memutuskan sebab-sebab perselisihan, menutup pintu masuk syaitan, serta mencegah kecurangan dan penipuan. Sebagaimana pula majikan tidakboleh memanfaatkan kefakiran pekerja atau memaksanya mengerjakan sesuatu hingga merugikan haknya, atau memberinya upah yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan pekerjaan.

Dalil disyariatkannya kesepakatan dan penerapan upah adalah sabda rasulullah shollaullohu alaihi wassalam ketika ditanya tentang pekerjaan beliau menggembala kambing. Beliau shollaullohu alaihi wassalam bersabda:

Aku menggembala kambing untuk penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.[1]

Yang dimaksud dengan qirath adalah bagian dari dinar atau dirham. Satu qirath (4/6 dinar) sama dengan setengah daniq (1/4 dirham) dan satu dirham sama dengan enam daniq. Sebagian perawi hadits berpegang dengan tafsir ini, sebagaimana yang dipilih oleh Ibnu Hajar.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Bukhari (2262) dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.