KAPAN DIPERBOLEHKAN MEMBUKA AURAT

0

Oleh

Syaikh Muhammad bin Ibrahim

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim ditanya : “Kapan aurat diperbolehkan untuk dibuka ?”.

Jawaban.

Aurat hanya boleh dibuka karena adanya penyakit yang membahayakan.

Adapun ungkapan : “Boleh membuka aurat untuk pengobatan” artinya boleh hingga aurat yang berat hanya saja aurat yang berat ini hanya dipebolehkan untuk dibuka dengan  sebab suatu penyakit yang sangat berbahaya dan ditakutkan bisa menyebabkan meninggal atau semakin  parahnya penyakit tersebut. Adapun sakit yang ringan, menurut saya tidak termasuk dalam  ungkapan tersebut. Yangdimaksudkan disini adalah melihat aurat wanita dan laki-laki, dengan catatan bahwa yang diperbolehkan melihat aurat wanita hanyalah kaum wanita sendiri.

Memang pada dasarnya aurat wanita tetap dianggap sebagai aurat di hadapan wanita lain, akan tetapi lebih ringan dibandingkan dengan di hadapan lelaki, karena penyebab timbulnya fitnah tidak ada dalam diri wanita apabila melihat pada aurat wanita lain.

Maksud dari pengobatan di sini adalah pengobatan dari suatu penyakit. Sedangkan untuk tujuan menambah kekuatan, -dan dalam masalah ini banyak orang terlalaikan-, maka  misalnya seorang lelaki membuka paha lelaki lain karena sakit yang ringan atau untuk tujuan menambah  kekuatan, merupakan suatu kerusakan dan kejahatan yang besar. Ini telah menjadi hal  yang biasa dilakukan oleh manusia, tetapi ini adalah kebiasaan yang dilarang oleh syara’, meski banyak  dilakukan oleh manusia.

[Fatawa wa Rasailusy Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 2/152]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Maratil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita -3, hal 190-193, Darul Haq, sumber http://www.almanhaj.or.id]

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.