Ghibah (Menggunjing)

0

Dalam banyak pertemuan di majelis, sering kali yang dijadikan hidangannya adalah menggunjing umat islam. Padahal Allah ta’ala melarang hal tersebut dan menyeru agar hamba-hamba Nya menjauhinya.

Allah ta’ala menggambarkan dan mengidentikkan ghibah dengan sesuatu yang mat kotor dan menjijikkan. Allah ta’ala berfirman:

Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. (QS. Al-Hujurat: 12).

Nabi shollaulohu alaihi wassalam menerangkan makna ghibah (menggunjing) dengan sabdanya:

“Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Mereka menjawab, “Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.” Ditanyakan, “Bagaimana halnya jika apa yang saya katakana itu (memang) terdapat pada saudaraku?” beliau menjawab, “Jika apa yang kamu katakan itu terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika tidak terdapat padanya, maka engkau telah berdusta padanya.” [1]

Jika ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan), baik dalam soal jasmani, agama, kekayaan, hati , akhlak, bentuk lahiriah dan sebagainya.

Caranya pun bermacam-macam. Di antaranya dengan membeberkan aibnya, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-olok.

Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Allah ta’ala ia adalah sesuatu yang sangat keji dan kotor. Hal itu dijelaskan dalam sabda rasulullah shollaulohu alaihi wassalam:

“Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menggauli ibunya (sendiri), paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki terhadap kehormatan saudaranya.”[2]

Wajib bagi orang yang hadir dalam majelis yang sedang ada ghibah di dalamnya, untuk mencegah kemungkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. Nabi shollaulohu alaihi wassalam amat menganjurkan hal demikian, sebagaimana dalam sabdanya:

“Barangsiapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah ta’ala akan menghindarkan api neraka dari wajahnya.”

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh  Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah;

[1] Hadits riwayat Muslim; 4/2001.

[2] As-Silsilah Ash-Shahihah; 1871.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.