Ceramah Murid Syaikh Al-Albani di IAIN Surabaya Menegaskan Makna Islam

0

Walaupun lontaran Nurcholish Madjid yang mengaburkan makna Islam itu dia keluarkan tahun 1990-an, namun dampaknya sangat membahayakan, karena disusul pula dengan penyebaran faham pluralisme agama yang menyamakan semua agama oleh kelompok Islam Liberal (JIL –Jaringan Islam Liberal, Paramadina dan konco-konconya) serta diterbitkan pula buku panduan aqidah pluralisme agama yang berjudul Fiqih Lintas Agama terbitan Paramadina bekerjasama dengan The Asia Foundation, Jakarta, 2003.

Maka seorang Syaikh Ahli Hadits, murid Syaikh Al-Albani pun ketika berceramah di IAIN Sunan Ampel Surabaya, Kamis 9 Desember 2004, menegaskan tentang makna Islam yang sebenarnya, guna menyanggah faham sesat yang telah disebarkan sejak belasan tahun itu. Berikut ini petikan ceramah Syaikh di IAIN Surabaya :

“…Tentang hakikat agama Islam. Agama yang dengan bangga kita menisbatkan diri kepadanya, berdakwah kepadanya dan berkumpul karenanya. Dialah agama Islam yang difirmankan oleh Allah:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imran: 19)

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran: 85)

Ayat ini merupakan Dustur (undang-undang dasar) bagi setiap muslim dan merupakan syariatnya yang paling agung. Islam adalah agama Allah, agama yang haq dan agama yang diterima dan agama penutup. Karena Rasul Allah bersabda: “Tidak ada Nabi lagi sesudahku”.

Islam memiliki dua pengertian, yaitu umum dan khusus. Pengertian khusus adalah apabila Islam digunakan secara mutlak atau lepas maka maksudnya adalah agama Nabi Muhammad . Sedangkan makna umumnya adalah agama semua Nabi yang mengajarkan Tauhid, tunduk patuh hanya kepada Allah . Sebagaimana firman Allah:

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (al-An’aam: 162-163)

Pasrah menyerahkan diri kepada Allah melalui ajaran masing-masing Nabi adalah makna Islam secara umum. Sedangkan makna Islam secara khusus yang karenanya al-Qur’an diturunkan adalah tunduk patuh kepada Allah dan taat kepada Muhammad SAW yang diutus untuk seluruh umat manusia hingga hari kiamat.

Di dalam al-Qur’an, di dalam surat al-Fatihah, surat terbesar dalam al-Qur’an, yang menjadi rukun shalat dan tidak sah shalat tanpanya, sebagaimana hadits: “Tidak ada shalat tanpa Fatihah”; surat yang dihapal oleh anak-anak kecil apalagi oleh orang dewasa, di dalamnya Allah berfirman: “Tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka”. Jalan yang lurus di sini adalah agama yang dianut oleh para Nabi, para shiddiq, shuhada’ dan kaum shalih seperti firman Allah:

“Dan barangsiapa yang menta‘ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni‘mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (al-Nisaa’: 69).

Telah shahih di dalam al-Sunnah bahwa ketika Rasul Allah  menyebut ayat ini “bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” beliau mengatakan yang dimurkai adalah Yahudi dan yang sesat adalah Nasrani”.

Seandainya ada orang yang merubah-rubah makna Islam dengan mengatakan bahwa Islam bukanlah nama agama yang diterima tetapi sifat agama maka ini tertolak dan batil.

Pertama: Tertolak oleh al-Imran: 85:

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran: 85)

Yang mana dalam ayat ini kata Islam terkait dengan nama dan sebutan bukan dengan sifat dan sikap.

Dikutip dari: Ada Pemurtadan Di IAIN; H. Hatono Ahmad Jaiz; Pustaka Al-Kautsar; MCB Swaramuslim – Navigasi & Konversi ke format chm  oleh: pakdenono

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.