Adab Buang Hajat

0

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata: “Adalah Nabi shollaullohu alaihi wassalam apabila masuk kamar kecil berdoa: “Ya Allah seseungguhnya aku berlindung kepadamu dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan” (HR Bukhari)[1]

Dari Aisyah radhiallahu anha bahwasanya Nabi shollaullohu alaihi wassalam apabila keluar dari kamar kecil berdoa: “Aku mohon ampunan-Mu” (HR Turmudzi dan yang lain)([2])

 

Perowi Hadits:

Anas bin Malik Al Anshory radhiallahu anhu, pembantu Rasululah sholllaullohu alaihi wassalam, meriwayatkan banyak hadits.

Aisyah radhiallahu anha, dia adalah Aisyah binti Siddiq radhiallahu anhu, istri Rasul shollaullohu alaihi wassalam, ahli fikih dan ilmu, meriwayatkan banyak hadits.

Makna Secara Umum:

Dzikir ini disyariatkan pada tempat-tempat yang memang disiapkan (untuk buang hajat). Oleh karenanya disertai (lafadz) “masuk”. Dzikir ini juga disyariatkan pada tempat-tempat yang tidak disiapkan untuk buang hajat sekalipun hadits tersebut disebutkan pada kamar kecil karena tempat tersebut memang biasa didatangi syaitan. Dhohir hadits Anas bahwa Nabi shollaullohu alaihi wassalam menyaringkan dzikir ini, maka labih baik menyaringkannya.

 

Tuntunan:

  1. Disunahkan berdoa: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan” ketika masuk tempat buang hajat.
  2. Disunahkan mendahulukan kaki kiri ketika masuk kamar mandi dan kaki kanan ketika keluar.
  3. Disunahkan ketika keluar dari tempat buang hajat berdoa: “Aku mohon Ampunan-Mu”.
  4. Menjaga larangan (baca) dzikirullah di dalam kamar mandi.
  5. Larangan Dzikrullah di dalam kamar mandi.

Dikutip dari: Hadits Level Pertama; Islamic Propagation Office In Rabwah.

([1]) Shohih Bukhori hadits no : 6084.

([2]) Jami’ Tirmidzi Hadits no : 7

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.